|
Calon dokter bermain dokter-dokteran
Cerita ini terjadi sewaktu saya masih menjadi mahasiswa kedokteran di sebuah universitas terkenal ibukota. Saya sedang berada di tahun terakhir sebelum lulus menjadi dokter. Semua ini dimulai dari project kelompok dan saya sudah mulai mencuri-curi pandang ke salah satu cowok anggota kelompok kami. Karena interaksi kelompok yang intens, hubungan kami berkembang menjadi teman dekat. Lalu pada suatu malam setelah menyelesaikan diskusi kelompok, saya ikut dia mampir ke apartemennya yang terletak tidak jauh dari kampus. Pemandangan apartemennya indah dengan lampu-lampu kota dan kampus beserta rumah sakit. Setelah kami masuk ke apartemennya, dia langsung meredupkan lampu sehingga hanya cahaya lampu-lampu kota dan bulan yang menerangi ruang tamu apartemennya. Dia menciumi saya dan perlahan-lahan melepaskan baju saya satu persatu, sembari saya membalas ciumannya. Setelah itu dia langsung memberikan saya oral seks sehingga jantung saya berdetak dengan keras karena saya menjadi sangat turn on. Kami mulai bercinta di sofa ruang tamu itu. Akan tetapi saat ditengah-tengah sesi itu, tiba-tiba pintu apartemen terbuka dan lampu menyala terang. Teman satu apartemennya datang beserta ayahnya! Mereka berdua bak patung berdiri terdiam memandangi kami berdua. Saya langsung loncat mengambil pakaian dan berlari menuju kamar mandi. Setelah selesai berpakaian, saya langsung berpamitan tanpa bisa memandang wajah roommate-nya itu ataupun ayahnya yang senyum-senyum saja. Saya tidak pernah lagi kembali ke apartemen itu sampai akhirnya teman saya ini pindah ke apartemen lain sendirian.
Youngdoc, via e-mail
|
|