|
Duo Penghembus Kesenduan Kami Tantang Semi-Climbing pada Digiwall
Sambutlah grup pendatang baru, tristan. Adalah Andrie Ridwan dan Andrew Hutasoit sebagai dua dalang grup ini yang bermula dari perkawanan kecil. Dalam bahasa Latin, tristan bermakna kesedihan [Andrie request agar setiap penulisan nama tristan ditulis dengan huruf kecil semua]. Secara musikal, atmosfernya lebih merepresentasikan kesenduan, tenang, sekaligus kontemplatif. Dominasi akustik di setiap lagu tristan juga mengingatkan kami pada stereotipikal bedroom musicians. “Kami pilih akustik karena memang itu yang sedang kami kuasai dan eksplorasi,” tanggap vokalis Andrie. Bukti ini diperkuat pada debut album Home (demajors) yang berisi 11 lagu direkam secara home recording. Sebagaimana kebanyakan musisi independen, kejujuran dalam bermusik adalah tujuan mulia mereka. “Motivasi kami mendirikan grup ini adalah karena kami yakin ini bisa bermanfaat bagi banyak orang. Orientasinya lebih kepada membuat musik yang jujur dan apa adanya. Memperlakukan musik sebagai sebuah media suci tempat bercerita yang bisa menginspirasi orang banyak dan menjauhkannya dari tendensi untuk membuat musik layaknya produk supermarket. Kemasannya banal, artifisial, dan isinya hanya sekedar angin lalu,” singgung Andrie.
It's climb or just wall?
Pada game kali ini FHM menantang tristan bermain Digiwall yang bertempat di Miniapolis, Plaza Indonesia lantai 3. Secara kasat, kontruksi Digiwall tampak seperti climbing, hanya saja tumpukan punuk batu dapat menyala-nyala. Dari 6 kategori yang terdapat di permainan ini, kami memilih “Collect Ballon”. Pemilihan ini karena sifatnya bertanding yang cocok dengan tema versus. Tapi, tetap saja kami terlihat polos karena memang tak ada satupun di antara kami pernah menjajalinya.
Turn Off The Lights
Tugas kami cukup mematikan lampu-lampu yang menyala secara random. Lampu itu pun menjalar dari bawah ke atas. Jika aliran lampu berhasil lolos dari genggaman, maka terdengar suara ledakan seperti balon meletus. Hardy dan Andrie mengawali babak permainan. Dalam durasi sekitar 3 menitan, kami berlomba mematikan lampu-lampu yang menyala dengan cara menyentuh. Hardy memenangkan dengan skor 37-33. Repetisi permainan dilakukan oleh Iyan dan Andrew. Lagi-lagi, kemenangan berpihak pada FHM meski hasil beda tipis, 39-38. Ini pun kami masih memakai level middle. “Kalau level paling atas pasti hasilnya nggak segitu,” sindir penjaga tempat. Who cares lah... Yang penting menang!
Album Home dari Tristan sudah bisa dibeli di record stores terdekat. Hasil Akhir: FHM menang dengan nilai total 76-71. Walau selisih tipis tapi kemenangan tetaplah yang kami inginkan. (teks: hardiansyah, foto: fardina rahma suri)
|
|