|
Sudah menjalani sebagai member gym ternama di pusat ibukota selama tiga bulan, namun tetap saja saya belum juga mendapat pencuri hati, alias wanita yang nyangkut. Yang ada badan makin besar oleh massa otot. Nah, untuk melebarkan sayap pada sistem pelatihan badan dan tentu saja supaya mendapat akses mendapatkan wanita, saya mulai rajin-rajin memasuki kelas yang memberikan fasilitas lain seperti gym ball exercises yang awalnya saya sebut sebagai bola karet. Jujur saja, saya belum tahu bagaimana menggunakan alat itu. Namun, dengan sedikit curi-curi pandang pada member lain yang umumnya wanita di dalam kelas, saya mulai paham menggunakannya. Di kelas tersebut juga terdapat sebuah pompa listrik bertekanan rendah untuk mengisi bila gym ball kempis. Sebelum saya gunakan sebagai sandaran badan, bola tersebut saya pompa dalam kondisi maksimal. Setelah itu, saya mulai merebahkan seluruh bobot badan pada bola tersebut. Kemudian berbagai gaya melemaskan otot saya peragakan. Hingga badan saya sedang melilit-lilit, tiba-tiba, “Duar!!” Bola karet tersebut meledak membuat panik seluruh isi ruangan yang sebagian besar adalah wanita muda. Sudah terbayang, betapa berantakan kondisi saat itu. Usut punya usut, ternyata gym ball meledak akibat bergesekan dengan sebuah kait besi yang saya cantol pada celana bagian belakang. Ditambah dengan kondisi angin yang over, maka gesekan tersebut cepat membuat permukaan bola menjadi getas dan akhirnya meledak. Hal ini membuat rasa malu yang begitu berkepanjangan hingga saya pindah cabang gym.
Tin, Jakarta (illustration: ISTOCK PHOTO / THINKSTOCK PHOTO)
|
|